<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>3ricx's Weblog</title>
	<atom:link href="http://3ricx.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://3ricx.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Apr 2008 00:49:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='3ricx.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>3ricx's Weblog</title>
		<link>http://3ricx.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://3ricx.wordpress.com/osd.xml" title="3ricx&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://3ricx.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SEJARAH HITAM PERPECAHAN UMAT</title>
		<link>http://3ricx.wordpress.com/2008/04/10/sejarah-hitam-perpecahan-umat/</link>
		<comments>http://3ricx.wordpress.com/2008/04/10/sejarah-hitam-perpecahan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 00:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3ricx</dc:creator>
				<category><![CDATA[islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://3ricx.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Diambil dari mailing list salafiyyin@yahoogroups.com Oleh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-&#8217;Aql AL-IFTIRAAQ MAFHUMUHU ASBABUHU SUBULUL WIQAYATU MINHU [Perpecahan Umat ! Etiologi &#38; Solusinya] Bagian 1: Banyak sekali faidah yang dapat dipetik dari pembicaraan seputar sejarah perpecahan umat. Berbagai peristiwa yang terjadi di awal Islam tersebut sarat dengan ibrah (pelajaran). Tentunya kami tidak mampu menyuguhkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=3ricx.wordpress.com&amp;blog=3433895&amp;post=4&amp;subd=3ricx&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Diambil dari mailing list salafiyyin@yahoogroups.com</strong></p>
<p dir="ltr">
Oleh<br />
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-&#8217;Aql</p>
<p>AL-IFTIRAAQ MAFHUMUHU ASBABUHU SUBULUL WIQAYATU MINHU [Perpecahan Umat !  Etiologi &amp; Solusinya]</p>
<p>Bagian 1:</p>
<p>Banyak sekali faidah yang dapat dipetik dari pembicaraan seputar sejarah  perpecahan umat. Berbagai peristiwa yang terjadi di awal Islam tersebut sarat  dengan ibrah (pelajaran). Tentunya kami tidak mampu menyuguhkan sejarah  perpecahan itu secara terperinci, akan tetapi ada beberapa point yang dapat kita  jadikan pelajaran. Sembari meluruskan beberapa persepsi keliru sebagian orang  sekitar masalah tersebut dewasa in.</p>
<p>Pertama.<br />
Sumbu perpecahan yang pertama kali muncul hanyalah berupa i&#8217;tiqad dan pemikiran  yang tidak begitu didengar dan diperhatikan. Yang pertama kali di dengar oleh  kaum muslimin dan para sahabat adalah aqidah Saba&#8217;iyah yang merupakan cikal  bakal aqidah Syi&#8217;ah dan Khawarij. Itulah benih awal perpecahan yang ditaburkan  di tengah-tengah kaum muslimin. Aqidah ini disebarkan oleh penganutnya secara  terselubung nyaris tanpa suara. Orang pertama yang memunculkan juga asing, nama  dan identitasnya tidak jelas. Orang menyebutnya Ibnu Sauda&#8217; Abdullah bin Saba&#8217;.  Ia mengacaukan barisan kaum muslimin dengan aqidah sesat itu. Sehingga aqidah  tersebut diyakini kebenarannya oleh sejumlah kaum munafikin, oknum-oknum yang  merancang makar jahat terhadap Islam, orang-orang jahil dan pemuda-pemuda  ingusan. Begitu pula sekelompok barisan sakit hati yang negeri, agama dan  kerajaan mereka telah ditundukkan oleh kaum muslimin, yaitu orang-orang yang  baru memeluk Islam dari kalangan bangsa Parsi dan Arab Badui.<br />
Mereka membenarkan hasutan-hasutan Ibnu Saba&#8217;, membuat makar tersembunyi atas  kaum muslimin, hingga muncullah cikal bakal Syi&#8217;ah dan Khawarij dari mereka.</p>
<p>Hal ini ditinjau dari sudut pandang aqidah dan keyakinan sesat yang pertama kali  muncul yang menyelisihi asas Islam dan Sunnah.</p>
<p>Adapun kelompok sempalan yang pertama kali muncul yang memisahkan diri dari imam  kaum muslimin adalah kelompok Khawarij. Benih-benih Khawarij ini sebenarnya  berasal dari aqidah Saba&#8217;iyah. Banyak orang yang mengira keduanya berbeda,  padahal sebenarnya cikal bakal Khawarij berasal dari pemikiran kotor Saba&#8217;iyah.  Perlu diketahui bahwa Saba&#8217;iyah ini terpecah menjadi dua kelompok utama :  Khawarij dan Syi&#8217;ah.</p>
<p>Kendati antara keduanya terdapat perbedaan-perbedaan yang mencolok, namun  dasar-dasar pemikirannya setali tiga uang. Baik Khawarij maupun Syi&#8217;ah meuncul  pada peristiwa fitnah atas diri Amirul Mukminin Utsman bin Affan Radhiyallahu  &#8216;anhu. Fitnah diprakarsai oleh Abdullah bin Saba&#8217; lewat ide, keyakinan dan  gerakannya. Dari situlah muncrat aqidah sesat, yaitu aqidah Syi&#8217;ah dan Khawarij.</p>
<p>Perbedaan antara Khawarij dan Syi&#8217;ah direkayasa sedemikian rupa oleh  tokoh-tokohnya supaya dapat memecah belah umat. Ibnu Saba&#8217; dan konco-konconya  menabur beragam benih untuk menyuburkan kelompok-kelompok pengikut hawa nafsu  itu. Kemudian membuat trik seolah-olah antara kelompok-kelompok itu terjadi  permusuhan guna memecah belah umat sebagaimana yang terjadi dewasa ini. Itulah  yang diterapkan oleh musuh-musuh Islam untuk mengadu domba kaum muslimin, yakni  dengan istilah yang mereka namakan blok kanan dan blok kiri. Mereka  mengkotak-kotakan kaum muslimin menjadi berpartai-partai, partai sayap kanan dan  partai sayap kiri. Begitu berhasil melaksanakan program, mereka munculkan babak  permainan baru dengan istilah sekularisme, fundamentalisme, modernisme,  primitif, ekstrimisme, radikalisme dan lain-lain. Semuanya adalah permainan yang  sama, dari sumber yang sama pula. Para pencetusnya juga itu-itu juga demikian  pula tujuannya, hanya saja corak ragamnya berbeda-beda. Jadi secara<br />
keseluruhan ini mencerminkan kuatnya kebatilan, kendati satu sama lain saling  bermusuhan.</p>
<p>Kedua.<br />
Ada satu point penting yang perlu diperhatikan, yakni dalam sejarah tidak kita  temui para sahabat saling berpecah belah satu sama lain. Yang terjadi diantara  mereka hanyalah perbedaan pendapat yang kadang kala diselesaikan dengan ijma&#8217;  (kesepakatan), atau salah satu pihak tunduk kepada pendapat jama&#8217;ah serta tetap  komitment terhadap imam. Itulah yang terjadi dikalangan sahabat. Tidak ada  seorang sahabat-pun yang memisahkan diri dari jama&#8217;ah. Tidak ada satupun  diantara mereka yang melontarkan ucapan bid&#8217;ah atau mengada-ada perkara baru  dalam agama. Sungguh, para sahabat merupakan imam dalam agama yang mesti  diteladani oleh kaum muslimin. Tidak satupun dari kalangan sahabat yang memecah  dari jama&#8217;ah. Dan tak satupun ucapan mereka yang menjadi sumber bid&#8217;ah dan  sumber perpecahan. Adapun beberapa ucapan dan kelompok sempalan yang dinisbatkan  oleh sejumlah oknum kepada para sahabat adalah tidak benar! Hanyalah dusta dan  kebohongan besar yang mereka tujukan terhadap para sahabat. Sangat<br />
keliru bila Ali bin Abi Thalib disebut sebagai sumber Syi&#8217;ah, Abu Dzar  Al-Ghifari sebagai sumber sosialisme, para sahabat Ahlus Suffah sebagai cikal  bakal kaum sufi, Mua&#8217;wiyah diklaim sebagai sumber Jabariyah, Abu Darda&#8217; dituduh  sebagai sumber Qadariyah, atau sahabat lain menjadi sumber pemikiran sesat ini  dan itu, mengada-adakan bid&#8217;ah dan perkara baru, atau punya pendirian yang  menyempal! Jelas itu semua merupakan kebatilan murni! [1]</p>
<p>Iftiraq (perpecahan) itu sendiri mulai terjadi setelah Utsman bin Affan  Radhiyallahu &#8216;anhu terbunuh. Pada masa kekhalifahan Utsman, belum terjadi  perpecahan yang serius. Namun ketika meletus fitnah di antara kaum muslimin pada  masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, barulah muncul kelompok Khawarij dan  Syi&#8217;ah. Sementara pada masa kekhalifahan Abu Bakar Radhiyallahu &#8216;anhu dan Umar  Radhiyallahu &#8216;anhu, bahkan pada masa kekhalifahan Utsman Radhiyallahu &#8216;anhu,  belum terjadi sama sekali perpecahan yang sebenarnya. Selanjutnya, para sahabat  justru melakukan penentangan terhadap perpecahan yang timbul. Janganlah dikira  para sahabat mengabaikan atau tidak tahu menahu tentang fenomena negatif ini.  Dan jangan pula disangka mereka kurang tanggap terhadap masalah perpecahan ini,  baik seputar masalah pemikiran, keyakinan, pendirian maupun perbuatan. Bahkan  mereka tampil terdepan menentang perpecahan dengan gigih. Mereka telah teruji  dengan baik dalam sepak terjang menghadapi perpecahan tersebut<br />
dengan segala tekad dan kekuatan. Akan tetapi ketentuan Allah pasti terjadi!<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[1] Termasuk di antara kebatilan tersebut ialah klaim sebagian kaum sufi bahwa  asal-usul bid&#8217;ah mereka adalah para shabat Ahlu Suffah Radhiyallahu anhu  ajma&#8217;in. Sekali-kali tidak demikian ! Bahkan sebaliknya, kita katakan kepada  mereka, &#8220;Teladanilah sunnah sahabat Ahlus Suffah tersebut jika kalian  orang-orang yang benar!&#8221;.</p>
<p>Bagian 2:</p>
<p>TOKOH-TOKOH AHLI BID&#8217;AH</p>
<p>Setelah berbicara tentang sejarah perpecahan umat, ada baiknya kita lanjutkan  pembicaraan tentang asal usul bid&#8217;ah. Guna mengetahui tokoh-tokoh pencetus  kelompok-kelompok sesat yang merupakan biang perpecahan. Yaitu oknum-oknum yang  mengusung bid&#8217;ah tersebut hingga menjadi pemimpin-pemimpin sesat sampai hari  Kiamat. Hingga sepeninggal mereka, terbuka lebarlah pintu perpecahan, semakin  bertambahlah orang-orang yang menyesatkan. Di antara oknum-oknum tersebut ialah.</p>
<p>[1] Pelopor perpecahan : Ibnu Sauda&#8217; Abdullah bin Saba&#8217; Al-Yahudi, seorang  Yahudi yang mengaku-ngaku beragama Islam. berikut pengikut dan konco-konconya.  Ide kotornya pertama kali muncul sekitar tahun 34H. Ibnu Sauda&#8217; ini memadukan  antara bid&#8217;ah Khawarij dan Syi&#8217;ah.</p>
<p>[2] Setelah itu Ma&#8217;bad Al-Juhani (meninggal dunia tahun 80H) meluncurkan  pemikiran bid&#8217;ah seputar masalah takdir sekitar tahun 64H. Ia menggugat ilmu  Allah dan takdirNya. Ia mempromosikan pemikiran sesat itu terang-terangan  sehingga banyak meninggalkan ekses. Disamping orang-orang yang mengikutinya juga  banyak. Namun bid&#8217;ahnya ini mendapat penentangan yang sangat keras dari kaum  Salaf, termasuk di dalamnya para sahabat yang masih hidup ketika itu, seperti  Ibnu Umar Radhiyallahu &#8216;anhuma.</p>
<p>[3] Kemudian muncullah Ghailan Ad-Dimasyqi yang mengibarkan pengaruh cukup besar  seputar masalah-masalah takdir sekitar tahun 98H. Dan juga dalam masalah ta&#8217;wil,  ta&#8217;thil (mengingkari sebagian siaft-sifat Allah) dan masalah irja[1] Para salaf  pun menentang pemikirannya itu. Termasuk diantara yang menentangnya adalah  Khalifah Umar bin Abdil Aziz. Beliau menegakkan hujjah atasnya, sehingga Ghailan  menghentikan celotehannya sampai Umar bin Abdul Aziz wafat. Namun setelah itu,  Ghailan kembali meneruskan aksinya. Ini merupakan ciri yang sangat dominan bagi  ahli bid&#8217;ah, yaitu mereka tidak akan bertaubat dari bid&#8217;ah. Sekalipun hujjahnya  telah dipatahkan, mereka tetap kembali menentang dan kembali kepada bid&#8217;ahnya.  Ghailan ini akhirnya dibunuh setelah dimintai taubat namun menolak bertaubat  pada tahun 105H.</p>
<p>[4] Setelah itu muncullah Al-Ja&#8217;d bin Dirham (yang terbunuh tahun 124H). Ia  mengembangkan pendapat pendapat sesat itu. Dan meracik antara bid&#8217;ah Qadariyah  dengan bid&#8217;ah Mu&#8217;aththilah[2] dan ahli ta&#8217;wil. Kemudian ia menyebarkan pemikiran  rancu (syubhat) di tengah-tengah kaum muslimin. Sehingga para ulama Salaf  memberi peringatan kepadanya dan menghimbaunya untuk segera bertaubat. Namun ia  menolak bertaubat. Para ulama membantah pendapat-pendapat Al-Ja&#8217;d ini dan  menegakkan hujjah atasnya, namun ia tetap bersikeras. Maka semakin banyak kaum  muslimin yang terkena racun pemikirannya, para ulama memutuskan hukuman mati  atasnya demi tercegahnya fitnah (kesesatan). Ia pun dibunuh oleh Khalid bin  Abullah Al-Qasri. Kisah terbunuhnya Al-Ja&#8217;d ini sangat mashur, Khalid berpidato  seusai menunaikan shalat &#8216;Idul Adha : &#8220;Sembelihlah hewan kurban kalian, semoga  Allah menerima sembelihan kalian, sementara aku akan menyembelih Al-Ja&#8217;d bin  Dirham, karena telah mendakwahkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala<br />
tidak menjadikan Ibrahim sebagai khalilNya dan Allah tidak mengajak Nabi Musa  berbicara &#8230;&#8230; dan seterusnya&#8221;. Kemudian beliau turun dari mimbar dam  menyembelihnya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 124H.</p>
<p>[5] Sesudah peristiwa itu, api kesesatan sempat padam beberapa waktu. Hingga  kemudian marak kembali melalui tangan Al-Jahm bin Shafwan. Yang mengoleksi  bid&#8217;ah dan kesesatan generasi pendahulunya serta menambah bid&#8217;ah baru. Akibat  ulahnya muncullah bid&#8217;ah Jahmiyah serta kesesatan dan penyimpangan kufur lainnya  yang ditularkannya. Al-Jahm bin Shafwan ini banyak mengambil ucapan-ucapan  Ghailan dan Al-Ja&#8217;d, bahkan ia menambah lagi dengan bid&#8217;ah ta&#8217;thil (penolakan  sifat-sifat Allah), bid&#8217;ah ta&#8217;wil, bid&#8217;ah irja&#8217;, bid&#8217;ah Jabariyah[3], bid&#8217;ah  Kalam[4], tidak meyakini Allah bersemayam di atas Arsy, menolak sifat Al-&#8217;Uluw  (yang maha tinggi) bagi Allah, menolak ru&#8217;yah[5]. Al-Jahm dihukum mati pada  tahun 128H</p>
<p>[6] Dalam waktu yang bersamaan, munculah pula Washil bin Atha&#8217; dan Amr bin  Ubeid. Mereka berdua meletakkan dasar-dasar pemikiran Mu&#8217;tazilah Qadariyah.</p>
<p>Setelah itu terbukalah pintu perpecahan. Kelompok Rafidhah mulai berani  menyatakan terang-terangan aqidah dan keyakinannya. Kemudian sekte Syi&#8217;ah ini  terpecah belah menjadi beberapa golongan. Lalu muncullah kaum Musyabbihah[6]  dari kalangan Syi&#8217;ah melalui tokoh-tokohnya seperti Daud Al-Jawaribi, Hisyam bin  Al-Hakam, Hisyam bin Al-Jawaliqi dan lain-lain. Mereka itulah peletak dasar  ajaran Musyabbihah dan pelopornya. Mereka juga termasuk pengikut ajaran Syi&#8217;ah.</p>
<p>Kemudian muncullah Al-Mutakallimun (Ahli Kalam) seperti Al-Kullabiyah[7],  Al-Asy&#8217;ariyah[8] dan Al-Maturidiyah. Lalu muncul pula aliran-aliran sufi dan  ahli-ahli filsafat. dengan demikian, pintu perpecahan terbuka luas bagi setiap  orang sesat, ahli bid&#8217;ah dan pengiku hawa nafsu. Sehingga tertancaplah  dasar-dasar perpecahan di antara kaum muslimin sekarang ini.</p>
<p>Sampai hari ini, ekses-ekses perpecahan masih terlihat di antara kaum muslimin.  Bahkan terus bertambah dengan muculnya bid&#8217;ah-bid&#8217;ah dan  penyimpangan-penyimpangan baru di samping perpecahan yang sudah ada, sejalan  dengan hawa nafsu manusia yang sudah begitu akrab dengan bid&#8217;ah kesesatan.</p>
<p>Sebagian orang mengira bahwa kelompok-kelompok bid&#8217;ah ini sudah sirna dan sudah  menjadi koleksi sejarah masa lalu. Entah karena kejahilan mereka atau karena  pura-pura tidak tahu! Asumsi seperti itu jelas keliru. Setiap golongan sesat  yang besar dan berbahaya di masa lalu masih tetap ada sampai sekarang di  tengah-tengah kaum muslimin. Bahkan semakin banyak, semakin berbahaya dan  semakin menyimpang. Rafidhah dengan sekte-sektenya yang batil serta golongan  Syi&#8217;ah lainnya, Khawarij, Qadariyah, Mu&#8217;tazilah, Jahmiyah, Ahli Kalam, Kaum Sufi  dan Ahli Filsafat, masih berusaha menyesatkan umat. Bahkan mereka mulai berani  menampakkan taring, mempromosikan aqidah mereka dengan cara yang lebih keji dari  pada sebelumnya. Karena pada hari ini mereka mengklaim ajaran mereka sebagai  ilmu pengetahun, wawasan dan pemikiran. Disamping minimnya pemaham kaum muslimin  tentang agama mereka dan kejahilan mereka tentang aqidah yang benar. Cukuplah  Allah sebagai pelindung kita, dan Dia adalah sebaik-baik<br />
pelindung.<br />
________<br />
Foote Note<br />
[1] Pemikiran bahwa Iman itu statis, tidak bertambah dan tidak berkurang<br />
[2] Orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah<br />
[3] Radikal dalam penetapan takdir hingga meyakini bahwa manusia tidak ikhtiar  dalam amal perbuatannya<br />
[4] Yaitu meyakini bahwa Al-Qur&#8217;an adalah mahluk bukan Kalamullah<br />
[5] Yaitu menolak meyakini Allah dalat dilihat kaum mukminin di Surga pada hari  Kiamat<br />
[6] Musyabbihah adalah orang-orang yang menyerupakan sifat Allah dengan sifat  makhluknya<br />
[7] Pengikut Ibnu Kullab. Inti aqidah mereka ialah hanya menetapkan beberapa  sifat Allah saja yang menurut mereka dapat diterima falsafah akal mereka.<br />
[8] Pengikut Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari yang inti aqidah mereka sama dengan  Al-Kullabiyah dengan sedikit perbedaan-perbedaan</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Iftiraaq Mafhumuhu ashabuhu subulul wiqayatu minhu, edisi  Indonesia Perpecahan Umat ! Etiologi &amp; Solusinya, oleh Dr. Nashir bin Abdul  Karim Al-'Aql, terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]</p>
<p dir="ltr"><a href="http://www.almanhaj.or.id/"><br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/3ricx.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/3ricx.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/3ricx.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/3ricx.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/3ricx.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/3ricx.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/3ricx.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/3ricx.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/3ricx.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/3ricx.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/3ricx.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/3ricx.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/3ricx.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/3ricx.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/3ricx.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/3ricx.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=3ricx.wordpress.com&amp;blog=3433895&amp;post=4&amp;subd=3ricx&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://3ricx.wordpress.com/2008/04/10/sejarah-hitam-perpecahan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cbaac3df3e2410e2e845192524c9ec8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">3ricx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://3ricx.wordpress.com/2008/04/10/hello-world/</link>
		<comments>http://3ricx.wordpress.com/2008/04/10/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 00:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>3ricx</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=3ricx.wordpress.com&amp;blog=3433895&amp;post=1&amp;subd=3ricx&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/3ricx.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/3ricx.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/3ricx.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/3ricx.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/3ricx.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/3ricx.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/3ricx.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/3ricx.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/3ricx.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/3ricx.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/3ricx.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/3ricx.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/3ricx.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/3ricx.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/3ricx.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/3ricx.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=3ricx.wordpress.com&amp;blog=3433895&amp;post=1&amp;subd=3ricx&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://3ricx.wordpress.com/2008/04/10/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cbaac3df3e2410e2e845192524c9ec8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">3ricx</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
